Membeli rumah di usia muda sering dianggap mustahil, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z yang dihadapkan dengan gaji pas-pasan dan harga rumah yang terus naik. Namun, data dari Rumah123 menunjukkan bahwa 41% milenial di Indonesia memiliki keinginan kuat membeli rumah sebelum usia 30 tahun, dan banyak yang sudah berhasil mewujudkannya.
Berikut 10 kiat agar Anda bisa beli rumah sejak muda:
1. Tentukan Target dan Deadline
Tentukan kapan Anda ingin memiliki rumah—misalnya pada usia 28 atau 30 tahun—agar bisa merancang strategi keuangan yang jelas.
Tips: Buat goal tertulis: “Saya ingin membeli rumah seharga Rp500 juta di usia 30 tahun.”
2. Hitung Kebutuhan dan Biaya Rumah
Ketahui harga rumah yang Anda inginkan, termasuk DP, cicilan KPR, biaya notaris, PPN, dan biaya administrasi lainnya.
Contoh:
- Harga rumah: Rp500 juta
- DP 15%: Rp75 juta
- Biaya lain-lain: ±Rp15 juta
3. Mulai Menabung Sejak Dini
Disiplin menabung setiap bulan sangat penting. Gunakan pendekatan “Pay Yourself First”—sisihkan tabungan rumah di awal, bukan sisa pengeluaran.
Tips: Buat rekening khusus tabungan rumah agar tidak tercampur dengan dana lain.
4. Manfaatkan Program KPR Subsidi
Pemerintah melalui program KPR FLPP dan Tapera menyediakan rumah subsidi dengan DP rendah dan bunga tetap 5% untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Syarat umum:
- Gaji maksimal Rp8 juta
- Belum pernah punya rumah
- Belum pernah menerima subsidi
5. Tambah Penghasilan dari Sampingan
Gaji utama mungkin belum cukup, tapi dengan menambah penghasilan lewat freelance, jualan online, atau investasi, Anda bisa lebih cepat capai target.
Data: Survei Populix 2023 mencatat 61% Gen Z Indonesia sudah punya side hustle.
6. Investasi Sejak Muda
Gunakan produk investasi seperti reksa dana, saham, atau deposito untuk menggandakan dana tabungan rumah Anda secara cerdas dan aman.
Tips: Pilih investasi jangka menengah (2–5 tahun) dengan risiko moderat seperti reksa dana campuran.
7. Pilih Hunian Terjangkau di Pinggir Kota
Harga rumah di pusat kota besar seperti Jakarta bisa sangat mahal. Pertimbangkan lokasi pinggir kota atau kawasan berkembang yang lebih terjangkau.
Contoh: Cibitung, Karawang, atau Serpong masih memiliki rumah di kisaran Rp300–500 juta.
8. Jaga Skor Kredit
Bank akan menilai riwayat kredit Anda saat mengajukan KPR. Jaga reputasi dengan membayar tagihan kartu kredit dan cicilan tepat waktu.
Cek skor kredit Anda secara berkala di SLIK OJK.
9. Hidup Hemat dan Kurangi Gaya Hidup Konsumtif
Kendalikan pengeluaran lifestyle seperti ngopi harian, gadget mahal, atau liburan impulsif, dan alihkan dana itu untuk tabungan rumah.
Tips: Gunakan aplikasi pengatur keuangan untuk mencatat dan mengelola pengeluaran.
10. Ikut Komunitas atau Edukasi Finansial
Bergabung dengan komunitas keuangan atau ikut webinar tentang properti akan menambah wawasan dan semangat Anda dalam mencapai tujuan beli rumah.
Referensi: Ikuti komunitas seperti Finansialku, ZAP Finance, atau KPR Academy.
Kesimpulan
Membeli rumah di usia muda memang tidak mudah, tapi sangat mungkin dengan strategi yang tepat dan disiplin finansial. Jangan tunggu “gaji naik dulu” untuk mulai menabung. Mulailah dari sekarang, berapapun penghasilan Anda.