Membeli rumah pertama melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan langkah besar dalam hidup banyak orang di Indonesia. Namun, pengajuan KPR sering kali menghadapi tantangan, terutama bagi pembeli pertama. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 30% pengajuan KPR ditolak karena faktor-faktor seperti rasio utang yang tinggi dan riwayat kredit buruk.
Agar pengajuan KPR Anda disetujui, berikut 9 kiat penting yang perlu Anda terapkan:
1. Perbaiki Skor Kredit
Skor kredit menjadi penilaian utama bank. Skor yang buruk, misalnya karena telat bayar cicilan kartu kredit atau pinjaman, bisa menjadi alasan penolakan.
Tips:
- Periksa skor kredit Anda di SLIK OJK.
- Lunasi tagihan kartu kredit tepat waktu selama minimal 6 bulan sebelum pengajuan.
2. Persiapkan DP Minimal 10-20%
Meskipun Bank Indonesia memperlonggar aturan LTV (loan to value), sebagian besar bank tetap mensyaratkan uang muka minimal 10–20%.
Tips:
- Sisihkan penghasilan rutin untuk menabung DP.
- Manfaatkan program DP ringan dari pengembang jika tersedia.
3. Jaga Rasio Cicilan Maksimal 35%
Bank hanya menyetujui KPR jika cicilan tidak melebihi 30-35% dari total penghasilan bulanan.
Contoh:
Jika penghasilan Anda Rp 10 juta, cicilan maksimal yang disarankan adalah Rp 3,5 juta/bulan.
4. Pilih Properti Sesuai Kemampuan
Jangan memaksakan membeli rumah di luar kemampuan hanya karena tren. Pilih hunian yang realistis sesuai penghasilan dan kebutuhan.
Tips:
Gunakan kalkulator KPR untuk mensimulasikan cicilan dan tenor.
5. Tingkatkan Penghasilan
Penghasilan menjadi indikator kemampuan bayar. Semakin besar dan stabil penghasilan Anda, semakin besar peluang KPR disetujui.
Tips:
- Tambahkan pendapatan dari pekerjaan sampingan.
- Ajukan KPR bersama pasangan (joint income) jika memungkinkan.
6. Lengkapi Dokumen Pengajuan
Dokumen tidak lengkap atau tidak valid adalah penyebab umum penolakan. Pastikan semua dokumen telah disiapkan dan terorganisir.
Dokumen Umum:
- KTP & NPWP
- Slip gaji 3 bulan terakhir
- Rekening koran
- Surat keterangan kerja
- Dokumen rumah yang dibeli
7. Pilih Bank Sesuai Profil Anda
Setiap bank memiliki kriteria dan kebijakan berbeda. Pilih bank dengan bunga kompetitif dan persyaratan yang sesuai profil keuangan Anda.
Tips:
Konsultasi dengan agen properti atau perbandingkan produk KPR melalui platform seperti CekAja, Lifepal, atau KreditGogo.
8. Jaga Stabilitas Keuangan
Hindari utang konsumtif dalam 6–12 bulan sebelum pengajuan KPR. Bank akan menilai stabilitas keuangan Anda dari rekening dan laporan kredit.
Tips:
- Jangan mengajukan pinjaman lain saat proses KPR.
- Hindari belanja besar yang tidak penting.
9. Gunakan Bantuan Subsidi atau Program Pemerintah
Pemerintah menyediakan berbagai program KPR bersubsidi seperti FLPP dan Tapera untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Contoh Program:
- KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)
- Bebas PPN hingga Juni 2025 (PPN DTP)
Penutup
Mengajukan KPR memang memerlukan persiapan yang matang. Dengan memahami faktor yang memengaruhi persetujuan dan menerapkan kiat-kiat di atas, peluang Anda untuk mendapatkan rumah impian akan semakin besar.