
Memasuki tahun 2025, sektor properti Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik. Didorong oleh inovasi teknologi, perubahan gaya hidup, serta dukungan kebijakan pemerintah, industri ini menawarkan peluang investasi yang menjanjikan meski dihadapkan pada sejumlah tantangan.
1. Pertumbuhan Pasar dan Proyeksi Nilai
Menurut laporan Mordor Intelligence, nilai pasar properti Indonesia diperkirakan mencapai USD 68,55 miliar (sekitar Rp 1.120 triliun) pada tahun 2025, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 5,82% hingga 2030. Sementara itu, investasi di sektor residensial dan komersial diprediksi tumbuh 15–18% year-on-year, berkontribusi meningkatkan PDB dari 10% pada 2024 menjadi 11,5% pada 2025.
2. Tren Hunian: Co-Living, Smart Home, dan Green Property
Gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis mendorong permintaan terhadap hunian yang fleksibel dan ramah lingkungan. Tren co-living dan smart home semakin diminati, terutama di kalangan generasi muda yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Selain itu, bangunan ramah lingkungan atau green property menjadi pusat perhatian dalam pengembangan real estat masa depan di kawasan Asia, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip ESG.
3. Insentif Pemerintah dan Penurunan Suku Bunga
Pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% untuk pembelian rumah pertama hingga Juni 2025, mempermudah akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Selain itu, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75% pada Januari 2025 berdampak positif terhadap bunga KPR, meningkatkan daya beli masyarakat. I
4. Teknologi AI dan Digitalisasi dalam Properti
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai diterapkan dalam sektor properti, meskipun masih dalam tahap awal. Sebanyak 53% pelaku properti berpendapat AI dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan properti di Indonesia. Selain itu, teknologi smart home dan Internet of Things (IoT) semakin banyak diadopsi dalam properti sewa, meningkatkan daya tarik bagi penyewa.
5. Tantangan: Daya Beli dan Harga Tanah
Meskipun prospek pertumbuhan positif, sektor properti dihadapkan pada tantangan seperti pelemahan daya beli segmen menengah, tingginya harga tanah, dan kenaikan suku bunga. Namun, para pelaku properti tetap optimistis bahwa harga properti akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan