Bagikan Ke :

Membongkar Rahasia Rumah Secondary!


Membeli rumah secondary seringkali menjadi pilihan cerdas karena lokasinya yang matang dan harganya yang biasanya lebih fleksibel. Apalagi jika dibantu oleh agen properti terpercaya, prosesnya bisa lebih mulus.

Namun, di sinilah letak tantangannya. Rumah bekas membawa serta riwayat, kondisi fisik, dan potensi masalah legalitas dari pemilik sebelumnya. Sebagai pembeli yang selektif dan mengutamakan keamanan investasi, saya punya 4 fokus pemeriksaan krusial, terutama ketika properti tersebut dipasarkan oleh agen:


1. Verifikasi Legalitas Dokumen Inti dan Status Kepemilikan (Wajib Libatkan Notaris)

Bukan hanya melihat, tapi memastikan keabsahan dokumen. Peran agen properti di sini adalah memfasilitasi, namun tanggung jawab pemeriksaan akhir ada pada Notaris/PPAT yang akan Anda tunjuk.

2. Inspeksi Fisik Bangunan Secara Mendalam (Jangan Tergoda Make-up Cat Baru)

Rumah secondary pasti memiliki keausan. Saya selalu menyarankan untuk tidak mudah terbuai oleh tampilan luar. Fokus pada “tulang punggung” rumah.

3. Evaluasi Lingkungan, Lokasi, dan Riwayat Properti

Kenyamanan hidup sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Agen properti bisa memberikan informasi, tapi saya selalu melakukan due diligence pribadi dengan bertanya langsung kepada warga sekitar.

4. Kredibilitas Agen Properti dan Kalkulasi Biaya Tambahan

Agen adalah jembatan Anda, jadi pilih yang terpercaya. Saya pastikan mereka transparan mengenai harga dan biaya-biaya tersembunyi.


Pesan dari Saya: Beli rumah secondary adalah proses tawar-menawar antara harga dan kondisi. Pastikan Anda sudah tahu secara pasti berapa biaya renovasi yang dibutuhkan sebelum menetapkan harga beli. Dengan Notaris yang kredibel dan inspeksi fisik yang teliti, Anda bisa mendapatkan properti impian dengan tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *