Menjual properti lewat iklan digital kini jadi pilihan utama para pengembang dan agen. Meta Ads (Facebook & Instagram Ads) jadi salah satu channel terpopuler karena bisa menjangkau audiens luas dan tertarget. Tapi, banyak juga yang “boncos” (alias rugi iklan) karena strategi yang kurang tepat.
Menurut data internal Meta (2023), sektor properti termasuk industri dengan tingkat konversi iklan rata-rata hanya 1,24%—lebih rendah dibanding e-commerce. Artinya, Anda perlu strategi matang agar iklan properti benar-benar menghasilkan leads berkualitas, bukan cuma habis bujet.
Berikut 7 strategi yang terbukti efektif untuk menjalankan Meta Ads di sektor properti:
1. Pahami Target Audiens Secara Spesifik
Kesalahan umum: menargetkan terlalu luas. Misalnya, “semua orang usia 20–50 tahun di Jakarta.” Padahal belum tentu semuanya butuh rumah.
Solusi:
- Gunakan data persona: usia, status menikah, pekerjaan, lokasi (misalnya karyawan swasta di Bekasi yang tinggal di kos).
- Manfaatkan Custom Audiences dari database WhatsApp atau website.
2. Gunakan Creative Visual yang Menjual
Visual sangat menentukan klik. Konten biasa-biasa aja = scroll lewat aja.
Tips:
- Gunakan foto real rumah + interior + fasilitas
- Tambahkan tagline dan harga
- Buat video pendek (10–15 detik) untuk story & reels
Data dari Meta: Iklan properti dengan video memiliki engagement 3x lebih tinggi dibanding iklan foto tunggal.
3. Buat Landing Page Khusus, Bukan Langsung ke WhatsApp
Mengarahkan iklan langsung ke WhatsApp tanpa informasi tambahan sering bikin audiens bingung.
Solusi:
- Buat landing page dengan: deskripsi, harga, tipe, lokasi, bonus, dan form data
- Hubungkan dengan WhatsApp setelah pengunjung membaca infonya
4. Gunakan Objektif Iklan yang Tepat
Jangan asal pilih objektif “Traffic” atau “Engagement”. Untuk properti, strategi terbaik biasanya:
- Lead Generation (form langsung di FB/IG)
- Messages (langsung ke WA)
- Conversions (jika sudah punya website + pixel)
5. Retargeting: Kunci Follow-Up Tanpa Bakar Uang Baru
Retargeting = menayangkan iklan ke orang yang sudah pernah berinteraksi (lihat video, klik iklan, isi form, kunjungi situs).
Kenapa penting?
- Orang jarang beli rumah dari iklan pertama.
- Retargeting bisa meningkatkan konversi hingga 70%.
Tips:
- Pasang Meta Pixel di website
- Buat audiens dari interaksi video & Instagram
6. Tawarkan “Magnet” untuk Ambil Data
Banyak orang klik, tapi tidak semua mau kasih data. Jadi beri sesuatu sebagai “tukar data”.
Contoh magnet:
- E-book gratis: “Panduan Beli Rumah Pertama”
- Promo DP 0% untuk 10 pembeli pertama
- Kalkulator KPR otomatis di landing page
7. Monitor dan Uji Coba Kreatif Secara Berkala
Jangan hanya pasang iklan, lalu ditinggal. Lakukan A/B testing untuk:
- Gambar vs video
- Headline 1 vs headline 2
- Target usia 25–30 vs 31–40
Tools bantu:
- Meta Ads Manager (untuk lihat CTR, CPL, ROAS)
- Google Sheet untuk tracking manual leads masuk & closing
BONUS: Berapa Ideal Budget-nya?
Untuk sektor properti kelas menengah:
- Biaya klik (CPC): Rp 800 – Rp 2.000
- Biaya per leads (CPL): Rp 10.000 – Rp 30.000
- Anggaran awal: mulai dari Rp 100.000 – Rp 300.000/hari untuk testing
Kesimpulan
Meta Ads bisa jadi senjata ampuh jualan properti kalau strateginya tepat. Hindari asal boost post dan berharap leads datang. Pahami audiens, siapkan konten kuat, gunakan pixel & retargeting, dan optimalkan terus berdasarkan data.
Ingin saya bantu buatkan template copywriting iklan properti yang siap pakai? Cukup bilang saja, nanti saya bantu!